Gambar http:s://initu.id/biografi-muhammad-al-fatih-mehmed-ii-penakluk-konstantinopel-bizantium/ilustrasi-peta-konstantinopel-al-fatih/
Pernahkah terbayangkan
kapal-kapal laut yang berlayar diatas gunung gunung dengan bukit-bukit sebagai
gelombangnya?
Pernahkah terbayangkan menciptakan sebuah Meriam terbesar (pada masanya) yang
mampu meneluluhlantakkan sebuah benteng terkokoh di dunia?
Pernah terbayangkan sebuah pengepungan paling hebat terjadi pada sebuah tempat
yang dijuliki "Terberkati Oleh Syurga" karena tak ada satupun bangsa
yang mampu menaklukannya?
Semua bahkan nyata terjadi!
Yaitu pada sebuah tempat yang
bernama Konstantinopel, mengapa harus terjadi disana? karena
Konstantinopel sebagai Ibukota Imperium Romawi Timur adalah wilayah yang paling
strategis yang menghubungkan antara Dunia Barat dan Timur (Eropa dan Asia),
tempat itupun dikelilingi Benteng yang paling kokoh tak tertaklukkan yang
karenanya kemudian keberhasilan dari penaklukannya adalah merupakan tolak ukur
kedigdayaan sebuah bangsa seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang
menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik
pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].
Janji Allah dan Rosul-Nya adalah nyata maka sejak saat itu usaha-usaha
penaklukkan Konstantinopel telah dilakukan bahkan oleh para sahabat Nabi salah
satunya adalah Sosok Abu Ayyub Al-Anshari yang termasyur karena kegigihannya
hingga saat ia syahid di Konstantinopel kemudian berwasiat “Makamkan aku di
dekat Benteng karena suatu saat aku ingin mendengar suara derap kuda dari
pemimpin dan pasukan terbaik”.
Namun Konstantinopel tidak begitu
saja dengan mudah ditaklukan, barulah pada tahun 1453 janji Allah dan Rasul-Nya
terjadi...Mimpi 8 Abad Umat Islam terwujud!
Tentu saja kehadiran manusia istimewa tersebut sudah Allah persiapkan bersama
dengan keberkahan yang disertakan pada saat kelahirannya, dimana kuda-kuda
melahirkan anak-anak kembar, pohon-pohon berbuah lebat hingga saking lebat
buahnya dahannya mampu menyentuh tanah, hasil panen melimpah ruah dan terjadi
hingga 4 kali panen dalam setahun dan jatuhnya Komet langka di Konstantinopel
pada siang hari yang karena melihatnya orang-orang Romawi menjadi begitu
gentar! Yah mereka sudah meramalkan kejatuhan Komet tersebut sebagai
tanda kelahiran sang Penakluk Konstantinipel !
Pemuda sang Pengukir Sejarah itu bernama Mehmed II atau kemudian bergelar
Sultan Muhammad Al-Fatih (yang artinya sang Penakluk) Sultan Turki Ustmani ke
7 yang pada saat usia 8 tahun sudah hafal Al-Quran, hafal Ribuan Hadist,
Menguasai 6 bahasa Asing, tidak pernah meninggalkan shalat Qiamullail dan puasa
Sunnah juga mengasai berbagai macam senjata pada masanya hingga tidak heran
hingga diusianya yang masih begitu muda yaitu 21 Tahun dia telah berhasil
menorehkan namanya dengan tinta Emas Sejarah, dia lah sang Pemimpin terbaik
yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya...
Pasukan terbaiknya bernama
Inkisyariah (orang-orang Eropa memanggilnya dengan sebutan Jannissary) dan
tentaranya adalah tentara terbaik yang pernah ada, dimana "100 pasukan
Eropa bergeraknya jauh lebih gaduh daripada 10.000 pasukan Turki Ustmani",
dapat dibayangkan bagaimana tertib, rapi dan disiplinnya mereka terutama pada
saat berbaris dan berjalan, sehingga musuh mudah terkecoh dengan kedatangn
mereka yang begitu tiba-tibanya, bagai pasukan semut yang berjalan diatas
sebuah ranting, tak terlihat dan tak terdengar. Kekuatan fisik mereka tak
tertandingi hingga mampu berjalan terus menerus tanpa henti hingga 3 hari 3
malam. Perekrutan dan Pengkaderan tentara Inkisyariah tidak sembarangan, bukan
hanya kualifikasi fisik dan kekuatan yang utama namun juga tempaan atas
kekuatan Ruhiyah (iman dan ibadah) juga kekuatan Intelegensia sehingga tidak
heran pasukan ini selain mematikan secara kekuatan fisik namun juga kuat secara
ruhani dan kecerdasan.
Muhammad Al-Fatih dan pasukannya
yang begitu hebat tetap meraih kemenangan dengan tidak mudah, setelah
pengepungan dan penyerangan selama 50 hari (6 April – 29 Mei 1453) dengan
mengerahkan 4 juta pasukan, berbagai cara dilakukan hingga hampir keputusasaan
melanda. Strategi yang dilancarkan dimulai dari menggali terowongan
dibawah benteng gagal karena pasukan Romawi kemudian meledakkan
terowongan tersebut, memanjat benteng gagal pula karena pasukan yang hampir
tiba dipuncak kemudian disiram dengan timah mendidih hingga hancurlah daging
dan tulangnya. Ditengah keputusasaan Muhammad Al-Fatih kemudian
datanglah sang Guru yang bernama Syeh Aa’q Shamsudin memberikan
dukungan dan pencerahan dengan membawa Muhammad Al-Fatih berziarah ke makam
sahabat Rasul yaitu Abu Ayyub Al-Anshari, sang guru mengisahkan bagaimana Abu
Ayyub Al-anshari tidak pernah menyerah dari usaha penaklukkan Konstantinopel
demi mewujudkan Nubuah sang Rasul hingga kesyahidan menjemputnya, setelah itu
Muhammad Al-Fatih sadar bahwa tidak ada perjuangan yang mudah hingga Allah
benar-benar memberikan takdirnya setelah berusaha hingga mengerahkan seluruh
kemampuan.
Dibuatlah ide Gila nan Brillian
yang membuat geleng-geleng kepala siapapun membayangkannya. Ketika Pasukan Laut
Inkisyariah tidak bisa masuk ke perairan Tanduk Emas (Golden Horn) akibat
rantai besi yang terbentang disepanjang Selat Bosporus yang membuat tak ada
satupun kapal musuh yang dapat memasukinya maka Muhammad Al-Fatih memerintahkan
pasukannya untuk menarik kapal-kapal tersebut melalui darat melewati
gunung-gunung dan bukit bukit sebagai gelombangnya dengan cara melumurinya
menggunakan minyak alhasil keesokan harinya seluruh orang Romawi tercengang
melihat 70 Kapal pasukan Inkisyariah sudah berlayar di perairan Tanduk Emas
(Golden Horn), ditambah lagi dengan diciptakanya Meriam raksasa yang mampu
meluluhlantakkan Benteng Konstantinopel.
Sebelum penaklukkan dilakukan
Sultan Muhammad Al-Fatih memerintahkan seluruh pasukannya untuk menjalankan
puasa sebagai bentuk Munajat dan Permohonan kepada Allah dan tepat sebelum
penyerangan shalat berjamaah dilaksanakanlah dengan sultan sendiri sebagai imam
Shalatnya. Maka atas Izin dari Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemberi
Pertolongan dan yang Maha Berkehendak dengan kesiapan Ruhiah, Kecerdasan dan Fisik
yang lembali bangkit bersemangat terujudlah 8 Abad mimpi Umat Islam!.
Ketika Sultan memasuki gerbang
Konstantinopel seluruh orang Romawi disana segera berlindung dan berkumpul ke
Gereja Hagia Sophia (kelaK akan menjadi Mesjid Hagia Sophia) karena takut dibunuh
dan dibantai oleh pasukan Inkisyariah namun ternyata dengan penuh belas asih
Muhammad Al-Fatih berkata bahwa “kami haramkan darah dan harta kalian,
disini kalian berada dibawah jaminan Sultan, kalian bebas memeluk agama yang
kalian Yakini” bahkan Kaisar Romawi Timur yaitu Konstantinus XI yang tewas
pada saat penaklukkan dipersilakan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih untuk
memakamkan Jasadnya sesuai agama dan Tradisi mereka.
Peristiwa Jatuhnya Konstantinopel ditangan umat Islam juga menandai berakhirnya
abad kegelapan yang berabad-abad menyelimbuti Eropa dan sebagai tanda
pencapaian Prestasi yang membanggakan, maka Muhammad
Al-Fatih mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambul (yang
berarti Kemenangan Islam) yang kelak berubah menjadi Istambul dan
saat ini menjadi ibu Kota Negara Turki.
Hingga ketika konstantinopel
telah usai dibebaskan maka sultan Al fatih hendak mengundurkan diri dari kursi
kesultanan karena ingin fokus beribadah saja. Namun nasihat bijak dari gurunya
syeikh A'aq Syamsudin membuatnya mengurungkan diri:
"Jika engkau bermaksud
mengundurkan diri dari kursi kesultanan karena hendak fokus untuk beribadah
saja, maka kenikmatan beribadah itu hanya akan engkau rasakan seorang diri
saja. Akan tetapi jika engkau tetap berada di kursi kesultanan dan
memerintah secara adil maka kenikmatan tersebut akan dirasakan oleh seluruh
umat ini.
Siapakah dan generasi manakah
yang mampu membuat sejarah di masa depan? Tentu adalah dia (pemimpin) dan
mereka (generasi/bangsa) yang berkualitas dan pantas di hadapan Allah SWT.
Begitulah bagaimana sejarah terjadi diciptakan oleh orang-orang ikhlas tanpa mengharapkan mereka menjadi bagian dari sejarah. mereka hanya punya satu harapan semoga amal mereka diterima oleh Allah SWT. bahwa kemudian mereka menjadi sejarah, itu adalah hadiah dari Allah SWT untuk mereka.
ditulis oleh : Lili Supendi, S.Pd dan Nanin Maryani, S.Pd









0 Comments:
Posting Komentar