Penaklukan Konstantinopel 1453


Gambar  http:s://initu.id/biografi-muhammad-al-fatih-mehmed-ii-penakluk-konstantinopel-bizantium/ilustrasi-peta-konstantinopel-al-fatih/

Pernahkah terbayangkan kapal-kapal laut yang berlayar diatas gunung gunung dengan bukit-bukit sebagai gelombangnya?
Pernahkah terbayangkan menciptakan sebuah Meriam terbesar (pada masanya) yang mampu meneluluhlantakkan sebuah benteng terkokoh di dunia?
Pernah terbayangkan sebuah pengepungan paling hebat terjadi pada sebuah tempat yang dijuliki "Terberkati Oleh Syurga" karena tak ada satupun bangsa yang mampu menaklukannya?

Semua bahkan nyata terjadi!

Yaitu pada sebuah tempat yang bernama Konstantinopel, mengapa harus terjadi disana? karena Konstantinopel sebagai Ibukota Imperium Romawi Timur adalah wilayah yang paling strategis yang menghubungkan antara Dunia Barat dan Timur (Eropa dan Asia), tempat itupun dikelilingi Benteng yang paling kokoh tak tertaklukkan yang karenanya kemudian keberhasilan dari penaklukannya adalah merupakan tolak ukur kedigdayaan sebuah bangsa seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Janji Allah dan Rosul-Nya adalah nyata maka sejak saat itu usaha-usaha penaklukkan Konstantinopel telah dilakukan bahkan oleh para sahabat Nabi salah satunya adalah Sosok Abu Ayyub Al-Anshari yang termasyur karena kegigihannya hingga saat ia syahid di Konstantinopel kemudian berwasiat “Makamkan aku di dekat Benteng karena suatu saat aku ingin mendengar suara derap kuda dari pemimpin dan pasukan terbaik”.

Namun Konstantinopel tidak begitu saja dengan mudah ditaklukan, barulah pada tahun 1453 janji Allah dan Rasul-Nya terjadi...Mimpi 8 Abad Umat Islam terwujud!

Tentu saja kehadiran manusia istimewa tersebut sudah Allah persiapkan bersama dengan keberkahan yang disertakan pada saat kelahirannya, dimana kuda-kuda melahirkan anak-anak kembar, pohon-pohon berbuah lebat hingga saking lebat buahnya dahannya mampu menyentuh tanah, hasil panen melimpah ruah dan terjadi hingga 4 kali panen dalam setahun dan jatuhnya Komet langka di Konstantinopel pada siang hari yang karena melihatnya orang-orang Romawi menjadi begitu gentar! Yah mereka sudah meramalkan kejatuhan Komet tersebut sebagai tanda  kelahiran sang Penakluk Konstantinipel !

 
Pemuda sang Pengukir Sejarah itu bernama Mehmed II atau kemudian bergelar Sultan Muhammad Al-Fatih (yang artinya sang Penakluk) Sultan Turki Ustmani ke 7  yang pada saat usia 8 tahun sudah hafal Al-Quran, hafal Ribuan Hadist, Menguasai 6 bahasa Asing, tidak pernah meninggalkan shalat Qiamullail dan puasa Sunnah juga mengasai berbagai macam senjata pada masanya hingga tidak heran hingga diusianya yang masih begitu muda yaitu 21 Tahun dia telah berhasil menorehkan namanya dengan tinta Emas Sejarah, dia lah sang Pemimpin terbaik yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya...


Pasukan terbaiknya bernama Inkisyariah (orang-orang Eropa memanggilnya dengan sebutan Jannissary) dan tentaranya adalah tentara terbaik yang pernah ada, dimana "100 pasukan Eropa bergeraknya jauh lebih gaduh daripada 10.000 pasukan Turki Ustmani", dapat dibayangkan bagaimana tertib, rapi dan disiplinnya mereka terutama pada saat berbaris dan berjalan, sehingga musuh mudah terkecoh dengan kedatangn mereka yang begitu tiba-tibanya, bagai pasukan semut yang berjalan diatas sebuah ranting, tak terlihat dan tak terdengar. Kekuatan fisik mereka tak tertandingi hingga mampu berjalan terus menerus tanpa henti hingga 3 hari 3 malam. Perekrutan dan Pengkaderan tentara Inkisyariah tidak sembarangan, bukan hanya kualifikasi fisik dan kekuatan yang utama namun juga tempaan atas kekuatan Ruhiyah (iman dan ibadah) juga kekuatan Intelegensia sehingga tidak heran pasukan ini selain mematikan secara kekuatan fisik namun juga kuat secara ruhani dan kecerdasan.

Muhammad Al-Fatih dan pasukannya yang begitu hebat tetap meraih kemenangan dengan tidak mudah, setelah pengepungan dan penyerangan selama 50 hari (6 April – 29 Mei 1453) dengan mengerahkan 4 juta pasukan, berbagai cara dilakukan hingga hampir keputusasaan melanda. Strategi yang dilancarkan dimulai dari menggali terowongan dibawah  benteng gagal karena pasukan Romawi kemudian meledakkan terowongan tersebut, memanjat benteng gagal pula karena pasukan yang hampir tiba dipuncak kemudian disiram dengan timah mendidih hingga hancurlah daging dan tulangnya. Ditengah keputusasaan Muhammad Al-Fatih kemudian datanglah  sang Guru yang bernama Syeh Aa’q Shamsudin memberikan dukungan dan pencerahan dengan membawa Muhammad Al-Fatih berziarah ke makam sahabat Rasul yaitu Abu Ayyub Al-Anshari, sang guru mengisahkan bagaimana Abu Ayyub Al-anshari tidak pernah menyerah dari usaha penaklukkan Konstantinopel demi mewujudkan Nubuah sang Rasul hingga kesyahidan menjemputnya, setelah itu Muhammad Al-Fatih sadar bahwa tidak ada perjuangan yang mudah hingga Allah benar-benar memberikan takdirnya setelah berusaha hingga mengerahkan seluruh kemampuan.

Dibuatlah ide Gila nan Brillian yang membuat geleng-geleng kepala siapapun membayangkannya. Ketika Pasukan Laut Inkisyariah tidak bisa masuk ke perairan Tanduk Emas (Golden Horn) akibat rantai besi yang terbentang disepanjang Selat Bosporus yang membuat tak ada satupun kapal musuh yang dapat memasukinya maka Muhammad Al-Fatih memerintahkan pasukannya untuk menarik kapal-kapal tersebut melalui darat melewati gunung-gunung dan bukit bukit sebagai gelombangnya dengan cara melumurinya menggunakan minyak alhasil keesokan harinya seluruh orang Romawi tercengang melihat 70 Kapal pasukan Inkisyariah sudah berlayar di perairan Tanduk Emas (Golden Horn), ditambah lagi dengan diciptakanya Meriam raksasa yang mampu meluluhlantakkan Benteng Konstantinopel.

Sebelum penaklukkan dilakukan Sultan Muhammad Al-Fatih memerintahkan seluruh pasukannya untuk menjalankan puasa sebagai bentuk Munajat dan Permohonan kepada Allah dan tepat sebelum penyerangan shalat berjamaah dilaksanakanlah dengan sultan sendiri sebagai imam Shalatnya. Maka atas Izin dari Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemberi Pertolongan dan yang Maha Berkehendak dengan kesiapan Ruhiah, Kecerdasan dan Fisik yang lembali bangkit bersemangat terujudlah 8 Abad mimpi Umat Islam!.

Ketika Sultan memasuki gerbang Konstantinopel seluruh orang Romawi disana segera berlindung dan berkumpul ke Gereja Hagia Sophia (kelaK akan menjadi Mesjid Hagia Sophia) karena takut dibunuh dan dibantai oleh pasukan Inkisyariah namun ternyata dengan penuh belas asih Muhammad Al-Fatih berkata bahwa “kami haramkan darah dan harta kalian, disini kalian berada dibawah jaminan Sultan, kalian bebas memeluk agama yang kalian Yakini” bahkan Kaisar Romawi Timur yaitu Konstantinus XI yang tewas pada saat penaklukkan dipersilakan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih untuk memakamkan Jasadnya sesuai agama dan Tradisi mereka.


Peristiwa Jatuhnya Konstantinopel ditangan umat Islam juga menandai berakhirnya abad kegelapan yang berabad-abad menyelimbuti Eropa dan sebagai tanda pencapaian Prestasi yang membanggakan, maka Muhammad Al-Fatih mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambul (yang berarti Kemenangan Islam) yang kelak berubah menjadi Istambul dan saat ini menjadi ibu Kota Negara Turki.

Hingga ketika konstantinopel telah usai dibebaskan maka sultan Al fatih hendak mengundurkan diri dari kursi kesultanan karena ingin fokus beribadah saja. Namun nasihat bijak dari gurunya syeikh A'aq Syamsudin membuatnya mengurungkan diri:

"Jika engkau bermaksud mengundurkan diri dari kursi kesultanan karena hendak fokus untuk beribadah saja, maka kenikmatan beribadah itu hanya akan engkau rasakan seorang diri saja. Akan tetapi jika engkau tetap berada di kursi kesultanan dan memerintah secara adil maka kenikmatan tersebut akan dirasakan oleh seluruh umat ini.

Siapakah dan generasi manakah yang mampu membuat sejarah di masa depan? Tentu adalah dia (pemimpin) dan mereka (generasi/bangsa) yang berkualitas dan pantas di hadapan Allah SWT.

Begitulah bagaimana sejarah terjadi diciptakan oleh orang-orang ikhlas tanpa mengharapkan mereka menjadi bagian dari sejarah. mereka hanya punya satu harapan semoga amal mereka diterima oleh Allah SWT. bahwa kemudian mereka menjadi sejarah, itu adalah hadiah dari Allah SWT untuk mereka.


ditulis oleh : Lili Supendi, S.Pd dan Nanin Maryani, S.Pd

0 Comments:

Posting Komentar