This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Membuat Soal Online Sejarah

Penaklukan Konstantinopel 1453


Gambar  http:s://initu.id/biografi-muhammad-al-fatih-mehmed-ii-penakluk-konstantinopel-bizantium/ilustrasi-peta-konstantinopel-al-fatih/

Pernahkah terbayangkan kapal-kapal laut yang berlayar diatas gunung gunung dengan bukit-bukit sebagai gelombangnya?
Pernahkah terbayangkan menciptakan sebuah Meriam terbesar (pada masanya) yang mampu meneluluhlantakkan sebuah benteng terkokoh di dunia?
Pernah terbayangkan sebuah pengepungan paling hebat terjadi pada sebuah tempat yang dijuliki "Terberkati Oleh Syurga" karena tak ada satupun bangsa yang mampu menaklukannya?

Semua bahkan nyata terjadi!

Yaitu pada sebuah tempat yang bernama Konstantinopel, mengapa harus terjadi disana? karena Konstantinopel sebagai Ibukota Imperium Romawi Timur adalah wilayah yang paling strategis yang menghubungkan antara Dunia Barat dan Timur (Eropa dan Asia), tempat itupun dikelilingi Benteng yang paling kokoh tak tertaklukkan yang karenanya kemudian keberhasilan dari penaklukannya adalah merupakan tolak ukur kedigdayaan sebuah bangsa seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Janji Allah dan Rosul-Nya adalah nyata maka sejak saat itu usaha-usaha penaklukkan Konstantinopel telah dilakukan bahkan oleh para sahabat Nabi salah satunya adalah Sosok Abu Ayyub Al-Anshari yang termasyur karena kegigihannya hingga saat ia syahid di Konstantinopel kemudian berwasiat “Makamkan aku di dekat Benteng karena suatu saat aku ingin mendengar suara derap kuda dari pemimpin dan pasukan terbaik”.

Namun Konstantinopel tidak begitu saja dengan mudah ditaklukan, barulah pada tahun 1453 janji Allah dan Rasul-Nya terjadi...Mimpi 8 Abad Umat Islam terwujud!

Tentu saja kehadiran manusia istimewa tersebut sudah Allah persiapkan bersama dengan keberkahan yang disertakan pada saat kelahirannya, dimana kuda-kuda melahirkan anak-anak kembar, pohon-pohon berbuah lebat hingga saking lebat buahnya dahannya mampu menyentuh tanah, hasil panen melimpah ruah dan terjadi hingga 4 kali panen dalam setahun dan jatuhnya Komet langka di Konstantinopel pada siang hari yang karena melihatnya orang-orang Romawi menjadi begitu gentar! Yah mereka sudah meramalkan kejatuhan Komet tersebut sebagai tanda  kelahiran sang Penakluk Konstantinipel !

 
Pemuda sang Pengukir Sejarah itu bernama Mehmed II atau kemudian bergelar Sultan Muhammad Al-Fatih (yang artinya sang Penakluk) Sultan Turki Ustmani ke 7  yang pada saat usia 8 tahun sudah hafal Al-Quran, hafal Ribuan Hadist, Menguasai 6 bahasa Asing, tidak pernah meninggalkan shalat Qiamullail dan puasa Sunnah juga mengasai berbagai macam senjata pada masanya hingga tidak heran hingga diusianya yang masih begitu muda yaitu 21 Tahun dia telah berhasil menorehkan namanya dengan tinta Emas Sejarah, dia lah sang Pemimpin terbaik yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya...


Pasukan terbaiknya bernama Inkisyariah (orang-orang Eropa memanggilnya dengan sebutan Jannissary) dan tentaranya adalah tentara terbaik yang pernah ada, dimana "100 pasukan Eropa bergeraknya jauh lebih gaduh daripada 10.000 pasukan Turki Ustmani", dapat dibayangkan bagaimana tertib, rapi dan disiplinnya mereka terutama pada saat berbaris dan berjalan, sehingga musuh mudah terkecoh dengan kedatangn mereka yang begitu tiba-tibanya, bagai pasukan semut yang berjalan diatas sebuah ranting, tak terlihat dan tak terdengar. Kekuatan fisik mereka tak tertandingi hingga mampu berjalan terus menerus tanpa henti hingga 3 hari 3 malam. Perekrutan dan Pengkaderan tentara Inkisyariah tidak sembarangan, bukan hanya kualifikasi fisik dan kekuatan yang utama namun juga tempaan atas kekuatan Ruhiyah (iman dan ibadah) juga kekuatan Intelegensia sehingga tidak heran pasukan ini selain mematikan secara kekuatan fisik namun juga kuat secara ruhani dan kecerdasan.

Muhammad Al-Fatih dan pasukannya yang begitu hebat tetap meraih kemenangan dengan tidak mudah, setelah pengepungan dan penyerangan selama 50 hari (6 April – 29 Mei 1453) dengan mengerahkan 4 juta pasukan, berbagai cara dilakukan hingga hampir keputusasaan melanda. Strategi yang dilancarkan dimulai dari menggali terowongan dibawah  benteng gagal karena pasukan Romawi kemudian meledakkan terowongan tersebut, memanjat benteng gagal pula karena pasukan yang hampir tiba dipuncak kemudian disiram dengan timah mendidih hingga hancurlah daging dan tulangnya. Ditengah keputusasaan Muhammad Al-Fatih kemudian datanglah  sang Guru yang bernama Syeh Aa’q Shamsudin memberikan dukungan dan pencerahan dengan membawa Muhammad Al-Fatih berziarah ke makam sahabat Rasul yaitu Abu Ayyub Al-Anshari, sang guru mengisahkan bagaimana Abu Ayyub Al-anshari tidak pernah menyerah dari usaha penaklukkan Konstantinopel demi mewujudkan Nubuah sang Rasul hingga kesyahidan menjemputnya, setelah itu Muhammad Al-Fatih sadar bahwa tidak ada perjuangan yang mudah hingga Allah benar-benar memberikan takdirnya setelah berusaha hingga mengerahkan seluruh kemampuan.

Dibuatlah ide Gila nan Brillian yang membuat geleng-geleng kepala siapapun membayangkannya. Ketika Pasukan Laut Inkisyariah tidak bisa masuk ke perairan Tanduk Emas (Golden Horn) akibat rantai besi yang terbentang disepanjang Selat Bosporus yang membuat tak ada satupun kapal musuh yang dapat memasukinya maka Muhammad Al-Fatih memerintahkan pasukannya untuk menarik kapal-kapal tersebut melalui darat melewati gunung-gunung dan bukit bukit sebagai gelombangnya dengan cara melumurinya menggunakan minyak alhasil keesokan harinya seluruh orang Romawi tercengang melihat 70 Kapal pasukan Inkisyariah sudah berlayar di perairan Tanduk Emas (Golden Horn), ditambah lagi dengan diciptakanya Meriam raksasa yang mampu meluluhlantakkan Benteng Konstantinopel.

Sebelum penaklukkan dilakukan Sultan Muhammad Al-Fatih memerintahkan seluruh pasukannya untuk menjalankan puasa sebagai bentuk Munajat dan Permohonan kepada Allah dan tepat sebelum penyerangan shalat berjamaah dilaksanakanlah dengan sultan sendiri sebagai imam Shalatnya. Maka atas Izin dari Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemberi Pertolongan dan yang Maha Berkehendak dengan kesiapan Ruhiah, Kecerdasan dan Fisik yang lembali bangkit bersemangat terujudlah 8 Abad mimpi Umat Islam!.

Ketika Sultan memasuki gerbang Konstantinopel seluruh orang Romawi disana segera berlindung dan berkumpul ke Gereja Hagia Sophia (kelaK akan menjadi Mesjid Hagia Sophia) karena takut dibunuh dan dibantai oleh pasukan Inkisyariah namun ternyata dengan penuh belas asih Muhammad Al-Fatih berkata bahwa “kami haramkan darah dan harta kalian, disini kalian berada dibawah jaminan Sultan, kalian bebas memeluk agama yang kalian Yakini” bahkan Kaisar Romawi Timur yaitu Konstantinus XI yang tewas pada saat penaklukkan dipersilakan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih untuk memakamkan Jasadnya sesuai agama dan Tradisi mereka.


Peristiwa Jatuhnya Konstantinopel ditangan umat Islam juga menandai berakhirnya abad kegelapan yang berabad-abad menyelimbuti Eropa dan sebagai tanda pencapaian Prestasi yang membanggakan, maka Muhammad Al-Fatih mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambul (yang berarti Kemenangan Islam) yang kelak berubah menjadi Istambul dan saat ini menjadi ibu Kota Negara Turki.

Hingga ketika konstantinopel telah usai dibebaskan maka sultan Al fatih hendak mengundurkan diri dari kursi kesultanan karena ingin fokus beribadah saja. Namun nasihat bijak dari gurunya syeikh A'aq Syamsudin membuatnya mengurungkan diri:

"Jika engkau bermaksud mengundurkan diri dari kursi kesultanan karena hendak fokus untuk beribadah saja, maka kenikmatan beribadah itu hanya akan engkau rasakan seorang diri saja. Akan tetapi jika engkau tetap berada di kursi kesultanan dan memerintah secara adil maka kenikmatan tersebut akan dirasakan oleh seluruh umat ini.

Siapakah dan generasi manakah yang mampu membuat sejarah di masa depan? Tentu adalah dia (pemimpin) dan mereka (generasi/bangsa) yang berkualitas dan pantas di hadapan Allah SWT.

Begitulah bagaimana sejarah terjadi diciptakan oleh orang-orang ikhlas tanpa mengharapkan mereka menjadi bagian dari sejarah. mereka hanya punya satu harapan semoga amal mereka diterima oleh Allah SWT. bahwa kemudian mereka menjadi sejarah, itu adalah hadiah dari Allah SWT untuk mereka.


ditulis oleh : Lili Supendi, S.Pd dan Nanin Maryani, S.Pd

Berdamai dengan Sejarah


 Tentu kita masih ingat bagaimana ketika masih duduk dibangku sekolah,  dan mempelajari mata pelajaran Sejarah, terutama perjalanan bangsa Indonesia maka disadari atau tidak, seakan-akan disuguhkan pada perjalanan bangsa yang terus menerus saling membenci dan menghapuskan kebaikan (kelebihan) satu rezim ke rezim setelahnya. Sebagai contoh guru-guru kita pasti akan menerangkan bahwa bagaimana sengsara dan menderitanya rakyat kita akibat kejamnya penjajahan yang dilakukan pemerintah Kolonial Belanda, memang hal itu benar dan tak dapat dipungkiri, namun seringkali para pendidik lupa menyampaikan point yang tak kalah penting lainnya yaitu hal-hal yang patut diteruskan dan dicontoh bangsa kita pada masa tersebut, seperti bagaimana pencatatan arsip-arsip dilakukan secara lengkap, apik dan terperinci, bagaimana budaya literasi (membaca dan menulis) sangat digiatkan, para pelajar saat itu diwajibkan membaca minimal 25 buku dalam setahun, bagaimana kemudian bangunan-bangunan peninggalan Belanda masih mampu kokoh berdiri hingga kini padahal telah berusia ratusan tahun, itu karena Belanda berpikir untuk tinggal selama-lamanya di bumi Nusantara, sedangkan para pemimpin kita sekarang apabila membangun infrastruktur hanya berpikir untuk generasinya saja, tidak berfikir untuk kepentingan anak cucu sehingga dapat kita bandingkan bagaimana kualitas dan kekokohan hasil kerja dari keduanya dan juga kebaikan lainnya yang tentu tak bisa diuraikan satu persatu disini tanpa menjadikannya sebagai sebuah legitimasi pembenaran atas penjajahan yang mereka lakukan. Pembelajaran seperti itu saya pandang sangat penting agar para anak didik kita menyadari tentang urgensi hikmah dan unsur-unsur baik yang perlu diteruskan, seperti dari pencatatan arsip-arsip negara yang lengkap, jujur, terperinci dan juga tersimpan (dikelola) dengan apik, tentang betapa pentingnya pembangungan infrastruktur yang berkualitas, tanpa ada penyelewengan dana  dan juga berjangka panjang juga tentang budaya Literasi bangsa Indonesia yang memprihatinkan (menurut data UNESCO hanya 1: 1000 orang bangsa Indonesia yang gemar membaca)

 Kebencian dan penghapusan segala sesuatu yang berbau Belanda mulai dilakukan ketika masuknya pemerintahan kependudukan Jepang, yang selanjutnya diteruskan oleh pemerintahan Presiden Soekarno (Orde Baru) yang menerapkan pelarangan penggunaan bahasa Belanda baik dalam dunia formal maupun informal dan menggantinya dengan bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia, sebagai sebuah kebijakan untuk menjauhkan rakyat kita dari segala sesuatu yang berbau kolonialisme Belanda. Memandang bijak atau penting tidaknya kebijakan para pemimpin ini bukanlah tugas kita untuk menghakimi atau menilai, namun kemudian rasanya tak ada salahnya apabila bahasa Belanda tetap dipelajari tanpa menggeser pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional), bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional dan melestarikan bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Karena mungkin saja kita akan mendapat banyak manfaatnya, seperti kemudahan-kemudahan masyarakat kita untuk belajar di Belanda (tanpa ada kendala kesulitan dalam berbahasa) meningat justru arsip-arsip kita terkait zaman penjajahan justru saat ini tersimpan baik di Universitas Leiden-Belanda, sehingga ada kesulitan tertentu bagi para sejarawan kita saat ini ketika ingin memperdalam atau mengangkat sejarah mengenai kolonialisme Belanda atau mungkin mempelajari segala sesuatu yang mungkin saja bisa kita ambil sebagai sebuah kebaikan untuk kemajuan bangsa saat ini. Kita jangan terkejut ketika diantara jutaan rakyat Indonesia hanya sedikit saja mereka yang dapat berbahasa Belanda dan menjadi ahli sejarah kolonialisme di Indonesia, karena ternyata justru sejarawan-sejarawan asing (Belanda) lebih banyak menjadi ahli Kolonialisme di Indonesia mengingat banyaknya arsip-arsip masa kolonial yang berbahasa Belanda dan hingga sekarang masih apik tersimpan di negeri Kincir angin itu.

Seperti halnya rezim orde lama yang membenci rezim penjajahan Belanda, maka begitu pula dengan rezim Orde Baru yang memandang buruk rezim orde lama, atau masa reformasi yang memandang bobrok rezim orde baru, dan begitu seterusnya. Sehingga setiap pergantian satu pemimpin ke pemimpin selanjutnya (apalagi berasal dari ideologi yang berbeda) maka kita akan melihat kebijakan akan diputar 180 derajat dan akan terdengar isu-isu mengenai pencemaran rezim sebelumnya, seakan-akan semua harus terhapus dari unsur objektifitas sejarah. Hal ini tidak menjadi masalah apabila menjadikan bangsa kita terbukti semakin maju dan menjadi selalu yang terdepan, namun karena pemimpin selanjutnya selalu menerapkan kebijakan yang  berbeda sehingga kita selalu saja mulai dari nol dan selalu berjalan ditempat, kita tetap dikenal dengan bangsa penghasil tenaga kerja murah. Sedikit perbandingan, Negara tetangga kita Malaysia yang terjajah oleh Inggris, terlepas dari penderitaan masa lalu namun setelah Malaysia merdeka, mereka tetap menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa Nasional kedua mereka setelah bahasa Melayu. Setidaknya hal itu membuat mereka tidak terlalu mengalami kesulitan dalam melakukan pergaulan di dunia Internasional dimulai dari rakyat biasa hingga para pejabat tinggi negara karena fasih berbahasa asing membuat mereka lebih percaya diri dalam berkomunikasi di tataran forum Internasional.

https://images.app.goo.gl/Ks311PzdxFW3TD1h8

Menyimpan dan mewariskan dendam seakan menjadi sebuah perkara besar dan sangat dilarang apabila dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, namun ternyata nilai-nilai ini pula yang kemudian mengiringi perjalanan bangsa Indonesia, menyimpan dan mewariskan dendam sejarah seakan telah menjadi sebuah kewajaran. Disadari atau tidak ketika terjadinya pergantian satu rezim ke rezim setelahnya maka rezim masa lalu sekan dipandang sebagai sebuah perjalanan penuh noda, cela dan tanpa ada kebaikan sedikitpun didalamnya, sebaliknya ketika pemimpin rezim yang menggantikan rezim sebelumnya itu akan dipandang bahwa pada masa kepemimpinnya adalah masa paling baik dan cemerlang, dan yang paling dikhawatirkan, perlahan-lahan hal ini akan menimbulkan pengkultusan terhadap seseorang, sehingga kesadaran politik masyarakat kita tetap tidak akan berkembang yaitu berdasarkan figuritas semata. Yang diharapkan kemudian disini adalah apa yang kita dapat sebagai Tesa-Antitesa-sintesa hasil dari rekonsiliasi pada masa lalu dan masa sekarang untuk masa depan yang lebih baik. Sebagai contoh apa yang ada diingatan kita mendengar kata orde lama” adalah salah satunya adalah sistem demokrasi liberal, keberhasilan pemilu 1955 yang dikenal paling bersih, jujur dan adil, namun kesejahteraan rakyat yang kurang terperhatikan dan keamanan yang masih kurang stabil, sedangkan apa yang kita fikirkan ketika mendengar kata orde baru adalah kesejahteraan rakyat, stabilitas nasional dan pesatnya pembangunan juga keamanan yang terjaga tentu saja dengan konsekuensi kebebasan umum dan pers yang dibungkam, merajalelanya KKN dan menumpuknya hutang negara. Mengapa kemudian di era setelah Reformasi seharusnya tidak menghapus smeua kebaikan yang ada pada zaman sebelumnya yaitu membuat antitesa dari orde lama dan orde baru menjadi sebuah sintesa bahwa negara kita harus mengambil kebaikan dari kedua zaman itu yaitu kebebasan Demokrasi pada zaman Orde lama dan kesejahteraan, keamanan juga pembangunan pada zaman orde baru.

Meskipun bangsa kita terkenal pula sebagai bangsa yang mudah “melupakan dan memafkan” namun, pendidikan mengenai berdamai dengan masa lalu (sejarah) tanpa mewariskan dendam harus mulai dipelajari oleh para pemimipin kita, kemudian ditransformasikan oleh kita sebgai pendidik di sekolah-sekolah, berlakunya hukum Antitesa tidak perlu dipandang secara membabi buta dan mengesampingkan objektifitas-objektifitas lainnya sehingga seharusnya melahirkan sintesa baru yang mengambil hikmah dan kebaikan dari Antitesa sebelumnya. Maka sedari saat ini, para pendidik mulai menyisipkan dan menyampaikan mengenai kebaikan dan objektifitas sejarah kepada para murid kita, agar kedepannya kita dapat menciptakan generasi yang selain “mudah melupakan dan Memaafkan” namun pula menjadi generasi yang gemar mencari hikmah dan memilah kebaikan-kebaikan yang patut diambil, diteruskan dan merelevansi sesuai dengan zamannya.



Mutiara dari Timur



Setelah Jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ketangan Turki Ustmani maka babak baru perjalanan sejarah dunia pun dimulai, orang-orang Barat (Eropa) mulai berburu dan bertaruh dengan melakukan Penjelajahan Samudera, melalui bentangan lautan dan samudra luas nan ganas demi menemukan tempat sumber penghasil “Buah dari Syurga” yaitu Rempah-rempah, yang suatu saat menjadi salah satu alasan penggerak sejarah dan mengubah peta dunia.                     

Peran penting Konstantinopel yang merupakan narahubung antara dunia Barat (Eropa) dan Timur (Asia) setelah jatuh ketangan Turki Ustmani membuat perdagangan antara Eropa dan Asia di Laut Tengah menjadi terhambat, komoditi-komoditi yang disukai dan sangat dibutuhkan orang-orang Eropa menjadi sangat sulit didapat yaitu seperti emas, sutera dan rempah-rempah. Harga yang melambung tinggi disertai dengan kelangkaan barang (read : Rempah-rempah) menjadi salah satu alasan dikemudian hari bagi orang-orang Eropa nekad mempertaruhkan demikian besar resiko demi menemukan daerah penghasil rempah-rempah yang mereka sebut dengan “Mutiara dari Timur”. 

Mengapa orang Eropa sangat menggemari dan membutuhkan rempah-rempah adalah karena sangat bermanfaat baik itu  untuk keperluan obat-obatan/pengobatan salah satunya seperti jahe dan kayu manis dapat membantu meredakan flu batuk, atau kunyit sebagai anti inflamasi dan banyak manfaat lainnya, selain itu juga manfaat dari rempah-rempah bagi orang Eropa adalah sebagai bumbu masakan karena seperti kita ketahui bersama rempah-rempah tidak dihasilkan di Eropa maka lihat saja makanan khas Barat seperti Pizza, Hamburger, Spagetti dan lain sebagainya yang miskin bumbu dibandingkan dengan makanan asli Indonesia yang sarat dan kaya dengan bumbu-bumbu/rempah. dan keberagaman manfaat rempah-rempah lainnya yaitu sebagai ramuan minuman penghangat tubuh dikala musim dingin datang.  Tahukah kamu dimana “Mutiara dari Timur” yang mereka maksud itu berada?...Negeri itu adalah Indonesia yang dulu dunia menyebutnya wilayah Nusantara atau Hindia. 

Bisa kita lihat bagaimana rempah – rempah yang menjadi sumber berkah dikemudian hari menjadi alasan yang mengawali terjadinya penderitaan karena penjajahan. Begitu berharganya rempah-rempah di dunia barat bahkan segenggam buah pala dikepalan tangan seharga dengan rumah mewah tingkat dua, ini menjadi simbol prestise atau simbol kekayaan orang orang kaya Eropa sehingga untuk menyebut benda-benda yang mahal mereka akan menggunakan istilah “semahal buah pala..”. alasan lain mengapa meskipun sudah ditemukannya daerah penghasil rempah – rempah namun harganya tetap sangat mahal adalah karena rempah-rempah ini dibawa dari pusatnya (Hindia atau Nusantara) dengan perjalanan yang sangat jauh dan beresiko tinggi, mulai dari modal pengadaan kapal beserta ABK (anak Buah Kapal), ditambah dengan resiko badai, cuaca ekstrem, kelaparan, penyakit belum lagi para Bajak Laut yang tak kalah berbahaya mengancam jiwa, namun Ini menjadi lebih baik karena meskipun mahal orang-orang Eropa masih dapat mendapatkan rempah-rempah dibanding dengan sebelumnya dimana harga jauh lebih mahal namun barang sangat langka. 

Portugis dan Spanyol adalah 2 negera besar di Eropa yang menjadi pelopor Penjelajahan Samudera disusul kemudian negara Inggris dan Belanda. Penjelajahan Samudera awalnya membuat Spanyol maupun Portugis berebut jalur, maka untuk mencegah perebutan semakin sengit Paus Yulius II dalam Perjanjian Tordesillas (7 Juni 1494) turun tangan dengan cara membagi dunia menjadi 2 bagian dengan garis meridian 1550 km dimana sebelah timur menjadi jalur penjelajahan bagi Portugis dan sebelah barat adalah jalur untuk Spanyol.  Mengapa perebutan ini hingga membuat Paus Yulius II turun tangan? Jawabannya adalah karena kedua negara ini (Spanyol dan Portugis) adalah 2 negara kesayangan “Gereja”. Adapun alasan mengapa dunia dibagi menjadi dua jalur adalah karena pada saat itu Gereja dan Eropa menyakini bahwa dunia ini berbentuk datar (tidak bulat) maka baik Spanyol maupun Portugis tidak akan bertemu atau berebut kekuasaan lagi karena masing-masing menuju arah yang berbeda. Suatu saat apa yang mereka yakini bahwa bumi ini datar akan terbukti salah  besar karena mereka akan bertemu dititik yang sama yaitu Maluku dan teori bahwa bumi ini datar-pun terbantahkan...

Penjelajahan Samudera diprakarsai oleh Columbus dari Spanyol atas dukungan Ratu Isabella yang memberikan fasilitas yang dibutukan dengan perjanjian dimana ketika Colombus berhasil menemukan tanah baru maka tanah itu merupakan bagian dari kekuasaan Spanyol. Seperti yang kita ketahui, Colombus kemudian mendarat disebuah daerah yang dia kira itu adalah tanah Hindia (Nusantara) sebagai pusat penghasil rempah-rempah padahal yang dia temukan itu adalah wilayah yang sekarang kita sebut dengan Amerika itulah sebabnya penduduk asli Amerika disebut dengan suku Indian, bahkan hingga Colombus menghembuskan nafas terakhir ia tetap menyakini bahwa ia telah menemukan Hindia. 

Keberhasilan Colombus kemudian mengilhami para pelaut lainnya untuk menemukan wilayah baru, salah satunya adalah Vasco de Gama dari Potugis yang memilih jalur berbeda dngan Columbus yaitu mengikuti jalur yang pernah dilalui oleh pendahulunya yaitu Bartolomeus Diaz dimana kemudian Vasco de Gama tiba di India dan mendirikan Kantor dagang disana, namun Vasco de Gama menyadari bahwa tempat yeng mereka datangi bukanlah apa yang mereka cari, maka perjalanan dilanjutkan oleh Alfonso de Alburquerque ke pusat penghasil rempah-rempah, yang pada tahun 1511 Armada Portugis berhasil memasuki daerah Nusantara disusul kemudian dengan kedatangan Spayol yang tiba di Maluku pada tahun 1521. Lalu kapan Belanda datang ke Nusantara? Belanda datang ke Nusantara 1596 setelah Cornelis de Houtman berhasil mendarat di Banten. Mengapa Belanda datang sangat terlambat? Karena sebelum itu Belanda berada dibawah penjajahan Spanyol, hingga setelah Belanda berhasil melepaskan diri dari Spanyol maka Belanda kemudian mencoba peruntungan untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah, hal ini dikuatkan oleh alasan dan kenyataan bahwa orang-orang Belanda kesulitan berdagang di wilayah Lisabon (pusat perdagangan di Eropa) pasca merdeka dari Spanyol. Jadi dapat dibayangkan bagaimana kemudian daerah Nusantara akhirnya terjajah dibawah kekuasaan Belanda yang di Eropa sendiri justru Belanda baru saja merdeka namun justru Belanda malah melakukan hal serupa (penjajahan) terhadap bangsa lain.

Penjelajahan Samudra yang pada awalnya bertujuan untuk mendapatkan sumber penghasil komoditi perdagangan kemudian berkembang menjadi ambisi untuk menguasai daerah-daerah tersebut lalu berkembang lagi menjadi Imperialisme dan Kolonialisme atas wilayah wilayah yang dulunya merdeka dan terbiasa melakukan perdagangan berdasarkan asas Mutualisme (saling menguntungkan) namun setelah bangsa Eropa datang maka asaz ini digantikan dengan sistem monopoli yang hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain. Imperialisme dan kolonialisme memiliki tujuan besar yaitu : Gold (kekayaan/Emas), Glory (Kejayaan/kekuasaan) dan Gospel (Menyebarkan agama Kristen). diantara tujuan-tujuan tersebut, Gospel adalah tujuan paling utama, mengapa? Karena ketika agama kristen yang mereka bawa kemudian diterima dan dianut oleh wilayah-wilayah yang hendak mereka kuasai maka dengan mudah mereka dapat menjalin hubungan karena memiliki dasar kesamaan agama. Penjajahan yang menyakitkan disertai dengan perbudakan, kekerasan, diskriminasi dan pemerasan harus dilalui oleh bangsa-bangsa Asia-Afrika termasuk Indonesia, dikemudian hari memunculkan rasa Nasionalisme yang kelak melahirkan konsep Negara Bangsa (Nation state) seperti lahirnya bangsa dan Negara Indonesia yang tidak terlepas dari usaha Persatuan dan Kesatuan karena tujuan bersama yaitu merdeka dan melepaskan diri dari penjajajahan.

Bagaikan kawah Candradimuka tempat dimana Gatotkaca ditempa agar menjadi kuat, masa krisis, berat dan sulit yang dilalui oleh bangsa Indonesia akibat dari penjajahan selama berabad-abad lamanya memunculkan berbagai perlawanan diberbagai daerah yang dimotori oleh manusia-manusia luar biasa yang kita sebut dengan pahlawan, tanpa mengharapkan nama mereka kelak dapat tercatat dalam tinta emas sejarah para pahlawan itu hanya mengharapkan satu hal yaitu semoga apa yang mereka lakukan dapat diterima menjadi sebuah kebaikan oleh negeri ini dan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena dimasa-masa sulit bahkan dunia tidak pernah lupa untuk melahirkan sosok-sosok istimewa, seperti yang Anis Matta katakan para Pahlawan justru lahir dari rahim dimana masa krisis terjadi, dan dari para pahlawan ini kemudian lahir masa-masa baik dan dari masa yang baik justru melahirkan pemimpin yang lemah dan dari pemimpin yang lemah melahirkan masa yang sulit (krisis) dan dari masa yang sulit (krisis) justru melahirkan pemimpin yang kuat...begitu seterusnya siklus sejarah terjadi


ditulis oleh : Lili Supendi, S.Pd dan Nanin Maryani, S.Pd


Gambar : https://www.merdeka.com/jateng/5-manfaat-rempah-rempah-untuk-kesehatan-tubuh-baik-untuk-cegah-virus-corona-kln.html

Mereka Yang Tetap Memilih Hidup Sederhana

Sosok sosok tangguh nan teduh senantiasa menjadi inspirasi sepanjang masa, nama-nama mereka tertulis indah dengan tinta emas sejarah, terpahat membekas dalam kalbu bagi mereka yang mengenalnya, kisah hidup nan kepahlawanan dan suri tauladan menjadi legenda tak termakan zaman, dan merekalah para arsitek  yang tak sekedar melahirkan ide brilliant namun pula karya terpajang nyata dalam etalase peradaban dunia, kekayarayaan kesempatan dan harta menjadikan mereka justru semakin sederhana dan bersahaja, sosok pemimpin yang dirindukan sepanjang masa...
Rasulullah...sang penguasa peradaban islam pemilik hampir seluruh jazirah arab, tempat berbagai kafilah kaya raya bernaung dibawah perlindungannya, sang pembawa risalah pemersatu seluruh suku dan kekuatan militansi militer hingga tertaklukkannya Byzantium, Persia dan Konstantinopel berawal karena satu sosok ini..., namun tak ditemukan adanya istana mewah nan megah, tak tersaji makanan nikmat menumpuk mubadzir dihadapan tempatnya makan, tak ada ranjang dan kasur nan empuk ditempat peristirahatannya, ataupun baju-gaun-perhiasan mewah yang dikenakan baik olehnya sendiri ataupun isteri-isterinya...penguasa bangsa yang berjuta ton barel Emas Hitamnya (read: Minyak bumi) melimpah ruah yang kini menjadi rebutan negara-negara adikuasa, ternyata wafat hanya meninggalkan sebuah periuk. 

Ada amanah tak terucap, bahwa Sederhana itu tanda sebuah kesempurnaan...


Umar Ibn Khattab, Amirul mu'minin yang termahsyur karena telah memanjiri bumi ini dengan Keadilan dan Kesejahteraan, ternyata berhasil mengecoh masyarakat Palestina terutama para pendeta Yarusalem ternganga heran dan berdecak kagum, karena ia datang memasuki daerah yang berhasil dibebaskan kaum Muslimin itu hanya dengan berjalan kaki sembari menenteng unta yang justru dinaiki si pelayan, hingga yang mereka sambut bukanlah Umar sang Khilafah/AMirul Mu'minin namun si pelayan, karena mereka menyangka si pelayan adalah Umar, dapat dibayangkan berarti disini tak ada perbedaan yang mencolok antara Amirul mu'minin dan si pelayan terutama dari segi penampilan. kisah lain tentang Umar, ketika Hurmuzan seorang Panglima besar dari Persia (Wilayah yang baru saja ditaklukkan kaum Muslimin) datang ke Madinah mencari Umar Bin Khattab lengkap dengan Pengawalan super ketat selevel Pajabat tinggi sebuah Imperium besar kala itu, ternyata menemukan Umar tengah tidur dilantai sebuah mesjid tanpa ada pengawal yang menjaganya satu pun, Bayangkan pada saat itu Umar yang telah menjadi penguasa seluruh Jazirah arab sekaligus "Kaisar" Imperium Persia namun Umar pun mencontohkan tanpa perlu berkata bahwa Sederhana itu lebih indah...

Itu adalah kisah-kisah legendaris dari para kekasih Allah, Jauh terlampau Ribuan tahun jaraknya dari masa ini, namun setiap zaman tak lupa senantiasa melahirkan tokoh-tokoh mengagumkan namun dicintai karena keteladanan, bukan mimpi atau kisah dalam dongeng sebelum anak-anak tidur. Hingga kini dari milliaran jumlah umat manusia dibumi, zaman tetap tak lupa melahirkan tokoh-tokoh cemerlang dari rahim peradaban, kejayaan dan kehancuran perputar-bergilir memberikan tongkat estafet kepahlawanan pada seluruh bangsa di dunia, tak perlu jauh terpaut waktu dan jarak, Bumi Pertiwi ini pernah melahirkan sosok-sosok fenomenal itu, meski mungkin tak sefamiliar legenda-legenda pahlawan yang lainnya...

KH. Agus Salim, Salah Seorang Founding Father bangsa Indonesia lahir seakan ditakdirkan menjadi seorang diplomat Ulung di meja-meja Perundingan dalam rangka merebut dan mempertahankan Republik Indonesia, ternyata tak ada hasrat mengeruk keuntungan demi Kekayaan dan Kenyamanan hidup dari bangsa yang baru saja terlahir ini, karena ternyata beliau seumur hidupnya hanya mampu mengontak rumah kecil dalam sebuah gang sempit dan tak mewah,
atau kisah tentang Founding Father yang lainnya, Mohammad Hatta yang juga Seorang Ekonom cerdas yang berhasil melahirkan Teori Ekonomi Kerakyatan (hingga diberi gelar Bapak Koperasi Indonesia), seorang filsuf dan Bapak Wakil Presiden Pertama Indonesia, seumur hidupnya hanya mampu bermimpi untuk memiliki sepasang sepatu idaman merk BALLY, dan ketika masa pensiunnya beliau pernah tak mampu membayar tagihan listrik

Itu adalah kisah-kisah fenomenal dari para Founding Father, yang telah mampu membuktikan bahwa demi bangsa ini pengorbanan harta bahkan nyawa tak jadi alasan untuk menyurutkan keberanian dan menjadi seorang pengecut yang hanya mampu menonton dan berdiam diri, tak pula menjadi serakah dan tamak meski kesempatan itu seluas-luasnya mereka miliki. Mereka telah memilih jalan Kepahlawan hingga mereka layak menjadi diantara orang-orang yang namanya tertulis indah dalam tinta sejarah namun adakah orang-orang saat ini yang pantas disandingkan dengan mereka?...

Kelakar Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) mengenai "hanya ada 2 Polisi Jujur dan anti suap di negeri ini, yaitu Polisi Tidur dan Polisi Hoegeng...". Hoegeng Iman Santoso (Alm) seorang perwira Polisi yang juga memilih jalan indah namun tak mudah, sebagai penegak keadilan ia seakan menggugat dengan kesederhanaan, Jabatan sebagai perwira tinggi justru membuatnya menolak fasilitas-fasilitas yang dianggapnya berlebihan, hingga tak jarang ia tak memiliki beras atau sekedar ongkos untuk menaiki bajaj. bahkan hingga jabatannya sebagai Dirjen Imigrasi malah membuatnya meminta sang isteri untuk menutup toko bunga yang telah menjadi sumber penghidupannya yang lain, "khawatir nanti semua orang yang berhubungan dengan imigrasi akan membeli bunga ditokonya, tak adil untuk pedagang-pedagang bunga yang lainnya, khawatir gulung tikar..." alasan yang sederhana namun cukup membuatnya pantas disejajarkan dengan para pencari syurga yang dirindukan....

Ada Pula kisah Inspiratif tentang kebersahajaan dari sosok DR. Uka Tjandrasamita, Mantan Tentara Pelajar dan Pelopor Arkeolog Islam Indonesia yang berhasil "menghidupkan" kembali Kerajaan Islam Banten yang pernah menjadi Kota Muslim Metropolitan saat itu. berhasil melahirkan ribuan karya Arkeologi Islam dan menjadi "suhu" bagi para peneliti (baik dalam maupun luar negeri)  yang haus ilmu tak membuatnya hidup serba mewah, meski kariernya pernah ditapaki hingga Kepala Direktorat Sejarah dan Pubakala tetap lebih senang naik angkot atau Bis umum ke Jakarta bahkan berjalan kakipun pernah dilakoni meski rumahnya berada di dasa Cemplang-Bogor.

Sosok Hidayat Nurwahid  pun kesohor karena kesederhanaan dan kesahajaannya, tetap betah dengan rumah yang sangat sederhana dan tetap merasa nyaman dan aman meski tanpa pengawal pribadi layaknya pejabat tinggi lainnya. Sosok sang isteri Kastian Indriawati (alm) yang tak terlihat seperti isteri-isteri pejabat lainnya, tanpa pakainan mewah, tak ada perhiasan berlebihan bahkan tanpa Make Up atau sekedar Lipstick, bahkan dalam acara-acara kenegaran beliau merasa lebih nyaman apabila duduk berbaur dengan peserta lainnya dan banyak yang tak pernah menyangka jika beliau adalah isteri Ketua MPR-RI.

Adapun contoh lainnya yaitu Pak Mashadi. mantan anggota DPR-RI pernah menjadi sorotan publik dan media, meski namanya tetap tidak terllau familiar, namun bagi yang mengetahuinya ia terlihat sangat berbeda dengan anggota-anggota DPR yang kebanyakan datang dengan kostum mahal dan mobil mewah ala kaum jetset, namun beliau datang dengan menggunakan sendal jepit, baju seadanya namun tetap bersih dan rapi juga masih sangat senang menggunakan kareta menuju gedung parlemen, sikapnya ini pernah membuatnya seakan dikucilkan dan dipandang aneh, namun diam diam dikagumi.

Masih banyak sejarah dan kisah Inspiratif tentang kesedehanaan dan kesahajaan, namun tentunya tak cukup jika hanya sekedar ditulis dan dibaca begitu saja, mungkin kita belum sampai pada tahap atau level para tokoh ini, hingga terlintas pada pikiran kita bagaimana mereka (tokoh) ini bisa hidup dengan cara seperti itu, tapi itulah Kuncinya, mereka sudah memilih pencarian diri hingga bukan sekedar sebagai ulama dunia, namun juga ulama akhirat. Yah itulah mungkin bedanya saya dan mereka, kita dan mereka. Saya tetap kadang masih merasa kurang meski telah merasa kenyang dan memiliki tempat bernaung yang layak, tetap ada godaan-godaan duniawi lainnya yang ingin dimiliki, namun tokoh-tokoh itu justru sebaliknya, Mereka berhasil memiliki dunia dalam genggaman tangannya tapi tidak dihatinya.

Memang tak ada yang salah ketika kita mampu hidup "berlebih", namun tidak ada salahnya juga untuk tetap hidup sederhana...Sederhana itu indah...Sederhana itu nikmat... 

"Bukan Kefakiran yang membuat aku khawatir akan keadaan umat ini, akan tetapi hidup penuh kemewahan yang justru akan membuat umat ini lalai " (Umar Ibn Khattab)

"Setiap Pembaharu dimanapun dimuka Bumi ini, hampir pasti dicaci dan dimaki, bahkan dimusuhi akan tetapi ajaibnya diam-diam diikuti" (Syafi'i Ma'arif)

 "Hampir tiba masa di mana kalian diperebutkan sebagaimana sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya. Seorang sahabat bertanya: Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulallah? Rasulullah bersabda: Tidak. Bahkan saat itu jumlah kalian sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kalian tertimpa penyakit wahn. Sahabat bertanya: Apakah penyakit wahnitu, ya Rasulallah? Beliau menjawab: Penyakit wahnitu adalah cinta dunia dan takut mati. (HR Abu Daud).


Semoga Allah berkenan menganugrahkan Indonesia Pemimpin yang senatiasa mencintai rakyatnya dan memberikan suri tauladan hingga kamipun mencintainya...aamiin..


Ditulis oleh : Nanin Maryani, S.Pd dan Lili Supendi, S.Pd